“Langkah ini dilakukan untuk memperkuat peran peserta Bimtek sebagai garda terdepan dalam mencegah hoaks, dengan menyaring informasi yang aman, akurat, dan mendidik, baik untuk lingkungan sekolah maupun masyarakat luas,” jelas pria yang biasa disapa Ko Toni, Rabu (16/9/2026).

Sementara itu, Dedy Irawan yang menjadi narasumber pada hari kedua, mengajak para guru untuk lebih cermat dan tidak menelan mentah-mentah setiap informasi yang beredar di media sosial maupun situs berita digital.

Kata Dedy yang juga menjabat Pembina PWI Basel ini, minimnya kebiasaan verifikasi dan fenomena hanya membaca judul berita (clickbait) berpotensi memicu salah paham, provokasi emosional, hingga jebakan disinformasi.

“Melalui penguatan literasi media online ini, para guru di Bangka Selatan diharapkan tidak hanya terhindar dari paparan hoaks, tetapi juga mampu menularkan budaya berpikir kritis dan bijak berinternet kepada para peserta didik di sekolah,” tutup Dedy.