Rindu Permainan Era 90-an? LIBAS Basel Ajak Masyarakat Toboali Nostalgia Bersama
Kegiatan yang terbuka untuk umum dan gratis ini disambut antusias oleh warga. Berbagai permainan era 90-an seperti congklak, lompat tali, hingga hula hoop dan permainan lainnya kembali dimainkan bersama di tengah ruang publik, menghidupkan kembali suasana hangat kebersamaan antarwarga.
Komunitas Literasi Budaya dan Seni (LIBAS) Kabupaten Bangka Selatan menegaskan komitmennya untuk menjadi wadah utama penggerak dan pemberdaya pegiat literasi, budaya, dan seni di daerah. Melalui arah strategis yang kokoh, LIBAS bertekad mencetak generasi kreatif dan berdaya saing dengan tetap berakar kuat pada nilai-nilai kebudayaan lokal Bangka Selatan.
Ketua LIBAS Bangka Selatan, Yulhaidir, menyampaikan bahwa keberadaan komunitas ini hadir untuk merespons kebutuhan ruang berekspresi yang berkelanjutan bagi para pelaku seni dan penggiat literasi lokal.
“Visi utama kami adalah menjadikan LIBAS sebagai rumah bersama. Kami ingin memperkuat potensi lokal agar pegiat seni dan budaya di Bangka Selatan memiliki daya saing tinggi, tanpa kehilangan identitas dan akar kebudayaannya,” ujar Yulhaidir.

