Ia menyebutkan bahwa kegiatan ini akan digelar secara rutin setiap malam Sabtu di Simpang Lima Toboali.

Berbagai permainan tradisional lainnya yang belum sempat dimainkan pada kesempatan ini pun akan turut disajikan pada pekan-pekan selanjutnya agar anak-anak dan masyarakat terus mengenal ragam hiburan klasik.

“Permaian ini akan kami gelar setiap pekan. Kita mencoba memberikan edukasi positif pada generasi mud akita dengan kearifan lokal Bangka Selatan,” ungkap Yulhaidir.

Langkah kreatif LIBAS mendapat apresiasi penuh dari Asisten Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Kabupaten Basel, Muhammad Zamroni, Zamroni. Ia menyatakan dukungan terhadap ruang publik seperti ini karena mampu memberi edukasi positif kepada anak-anak tentang kearifan lokal Bangka Selatan yang patut dilestarikan.

Hula Hoop

Selain itu, kegiatan ini memiliki nilai strategis, yakni pelestarian budaya sekaligus pengungkit sektor pariwisata daerah. Keunikan permainan tradisional dinilai dapat menjadi magnet atraksi wisata budaya yang memikat pelancong lokal maupun luar daerah.

​”Pemerintah daerah tentu sangat mendukung. Ini juga menjadi salah satu daya tarik wisata lokal kita melalui kearifan permainan tradisional,” tambah Zamroni.

Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mengajarkan nilai budaya sekaligus menjauhkan anak-anak sejenak dari ketergantungan pada layar gawai.

https://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Bangka_Selatan
Permainan rujak tutup botol

Di bawah pendar lampu Toboali, lekuk senyum para pengunjung yang asyik bergoyang memutar hula hoop menjadi bukti nyata: kebahagiaan dan edukasi budaya dapat hadir berdampingan lewat kenangan lama yang terus dihidupkan kembali secara rutin.