Dengan mata berkaca-kaca, Silvi menceritakan bagaimana dirinya kini menjalani hari bersama dua anaknya. Putra mereka baru berusia dua tahun, sementara sang putri berusia delapan tahun.

“Paketnya datang dua hari setelah kapal tenggelam. Isinya sepatu dan jam untuk anak-anak. Kami hanya bisa berdoa dan berharap ayah mereka bisa kembali,” kata Silvi.

Meski diliputi kecemasan, Silvi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh petugas yang hingga kini terus berupaya melakukan pencarian terhadap para korban.

Ia berharap seluruh proses pencarian dapat berjalan lancar dan para petugas diberikan kekuatan serta kemudahan dalam menjalankan tugas.

“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh petugas yang terus berupaya melakukan pencarian. Kami sangat menghargai perjuangan mereka. Semoga semuanya dimudahkan dan suami saya bisa segera ditemukan dalam keadaan selamat,” ujarnya.

Hingga Kamis, 24 September 2026, Basarnas mengonfirmasi total korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 yang telah ditemukan mencapai 150 orang dari total 243 orang dalam manifes. Terdapat 42 orang meninggal dunia akibat insiden tersebut.

Bagi keluarga Gery, angka tersebut masih menyisakan harapan. Sebab, di antara proses pencarian yang terus berlangsung, mereka masih menunggu satu nama yang sangat berarti bagi keluarga.

Bersama kedua anaknya, Silvi masih menanti kepulangan sang suami.

Yasinan dan doa menjadi ikhtiar yang terus dilakukan. Di tengah kesedihan dan ketidakpastian, harapan untuk bertemu kembali dengan Gery tetap mereka jaga.

Sebab bagi keluarga, selama pencarian masih berlangsung, harapan untuk menemukan Gery dalam keadaan selamat juga belum berakhir. (GB)