“Hari ini kita tidak hanya membuka sebuah event, tetapi kita sedang membuka ruang yang lebih besar untuk memperkenalkan Bangka Selatan kepada masyarakat yang lebih luas. Kita ingin menunjukkan bahwa Bangka Selatan bukan hanya memiliki kekayaan alam, tetapi juga memiliki budaya, sejarah, tradisi, kuliner, kerajinan, kreativitas, komunitas, serta masyarakat yang ramah,” jelasnya.

Bupati Riza Herdavid juga menegaskan bahwa perhelatan ini berfokus pada dampak ekonomi kerakyatan secara riil.

“Kemilau Pesona bukan hanya tentang panggung dan hiburan, melainkan bagian dari upaya menggerakkan ekonomi masyarakat. Kita ingin UMKM mendapatkan ruang untuk memperkenalkan produknya, pelaku ekonomi kreatif dan kuliner mendapatkan pasar yang lebih luas, sehingga dampak dari event ini dapat dirasakan oleh berbagai sektor,” tegasnya.

Mengakhiri arahannya, Bupati Riza menggarisbawahi makna tema “Jelajahi Pesonanya, Rasakan Budayanya” sebagai bentuk keterlibatan bersama seluruh pihak.

“Kemilau Pesona Bangka Selatan 2026 adalah milik kita bersama, bukan hanya milik pemerintah atau panitia. Mari kita datang, mari kita nikmati, mari kita dukung UMKM kita, kenalkan budaya kita, dan promosikan destinasi kita,” pungkasnya.

Melalui pelaksanaan Kemilau Pesona Bangka Selatan 2026 yang berlangsung selama empat hari (23–26 September 2026), Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan berharap dapat terus memperkuat branding daerah, meningkatkan kunjungan wisatawan, serta memberikan manfaat nyata yang berkelanjutan bagi masyarakat.