Ia menjelaskan bahwa ekonomi biru menempatkan laut sebagai sumber daya sekaligus aset ekonomi jangka panjang. Pemanfaatannya perlu memperhatikan keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, dan ekologis agar sumber daya laut tetap memberikan manfaat bagi generasi mendatang.

“Ekonomi biru berbicara mengenai mata pencaharian dan bagaimana kita bekerja dengan memanfaatkan sumber daya. Salah satu sektor yang memiliki peran penting dalam pemanfaatan sumber daya laut adalah perikanan tangkap. Karena itu, perikanan tangkap harus hadir di dalam konsep ekonomi biru,” jelasnya.

Menurut Dr. Arief Febrianto, generasi muda perlu memahami perkembangan teknologi untuk menciptakan inovasi, membuka peluang usaha, serta meningkatkan nilai tambah produk perikanan.

“Generasi muda tidak hanya berbicara mengenai produksi, tetapi juga harus menggunakan teknologi yang lebih modern dan optimal sehingga dapat menciptakan peluang dan profesionalisme baru,” katanya.

Ia juga mendorong pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas hasil perikanan dan membuka peluang pasar bernilai tambah, termasuk pasar premium dan ekspor.

Menurutnya, peningkatan nilai ekonomi perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga kualitas hasil tangkapan dan kelestarian sumber daya laut.

“Jaga laut, jaga kualitas, dan jaga harga. Laut adalah aset ekonomi jangka panjang yang harus dijaga kelestariannya,” ujarnya.

Mahasiswa Perikanan Tangkap dari berbagai angkatan aktif mengikuti sesi tanya jawab dan menyampaikan pertanyaan terkait pemanfaatan teknologi, peluang usaha, keberlanjutan sumber daya, serta tantangan pengembangan perikanan tangkap.

Diskusi tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan sekaligus memahami berbagai tantangan dan peluang yang dihadapi sektor perikanan tangkap di tengah perkembangan teknologi dan tuntutan keberlanjutan.

Melalui Fisheries Competition 2026, HIMAPTA UBB berupaya menghadirkan ruang pembelajaran yang memadukan aspek akademik, kepemimpinan, kreativitas, dan kegiatan organisasi.

Rangkaian Fisheries Competition 2026 selanjutnya akan dilanjutkan dengan sejumlah kegiatan akademik dan nonakademik, termasuk lomba mancing yang tetap berkaitan dengan bidang keilmuan Perikanan Tangkap.**