Cetak Sejarah, Pembuatan 300 Kg Belacan Habang Resmi Sabet Rekor MURI
Atas dasar orisinalitas dan skala pelaksanaannya, MURI tidak ragu menyematkan status rekor tingkat dunia untuk Negeri Beribu Pesona tersebut. Lutvi menegaskan bahwa tradisi pembuatan belacan habang secara massal ini belum pernah tercatat di belahan dunia mana pun.

”Oleh karena itu MURI mengapresiasi capaian superlatif dalam hal ini yang mengangkat kearifan lokal, di mana terasi sendiri menjadi ikon dari Bangka Selatan sebagai rekor dunia. Tidak hanya di Indonesia, tetapi skalanya adalah rekor dunia,” pungkas Lutvi.
Terpisah, Wakil Bupati Bangka Selatan, Debby Vita Dewi, merasa bangga dan memberi apresiasinya seusai menyaksikan langsung aksi gotong royong ratusan warga tersebut. Menurutnya, pencapaian ini bukan sekadar rekor biasa, melainkan prestasi bersejarah yang mengangkat identitas Bangka Selatan ke kancah global.
”Pertama, kami atas nama Pemerintah Daerah mengucapkan apresiasi yang luar biasa. Hari ini Pemda berkolaborasi dengan dukungan yang sungguh luar biasa dari OJK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berhasil mengadakan kegiatan pemecahan rekor MURI pembuatan terasi atau belacan habang,” ungkap Debby kepada awak media di lokasi kegiatan, Sabtu (26/9/2026).
”Tadi disampaikan tim rekor MURI, rekor ini mencatat 300 peserta dan 300 kilogram terasi. Ini effort yang sungguh luar biasa, memecahkan rekor se-Babel, se-Indonesia, bahkan se-dunia karena sebelumnya memang belum pernah ada. Artinya, ini menjadi catatan sejarah tersendiri bagi Bangka Selatan,” tegasnya.
Ajang bergengsi ini turut disaksikan langsung oleh Kepala OJK Babel Eko Wijaya, Kajari Bangka Selatan Dr. Asep Kurniawan Cakraputra, Kepala Dispora Evi Sastra, perwakilan Polres Basel, jajaran Bank Sumsel Babel Cabang Toboali, Ketua HIPMI Basel, serta jajaran forkopimda lainnya.

