Buka Seruni Art Festival III, Bupati Bangka Barat Sebut Seni Tari Jadi Motor Ekonomi Kreatif
Ia menambahkan, tema yang diangkat sangat relevan untuk mendorong generasi muda agar berdaya saing dan beradaptasi dengan zaman tanpa meninggalkan akar budaya lokal.
Panggung sejarah seperti Museum Timah Indonesia Mentok dinilai menjadi lokasi yang tepat untuk mengintegrasikan warisan sejarah dengan pariwisata.
Lebih lanjut, Markus melihat kegiatan ini tidak hanya sekadar memberikan hiburan bagi masyarakat, melainkan juga membuka peluang pasar bagi para pelaku pelaku ekonomi kreatif lokal di Bangka Barat. Kehadiran peserta lintas wilayah dari Belitung pun dinilai memperkuat jejaring budaya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Di akhir acara, Markus menyampaikan apresiasinya kepada Yayasan Seni Seruni Production serta seluruh peserta yang tampil. Ia berharap ajang ini menjadi program pembinaan yang berkelanjutan.
“Saya berharap anak-anak muda Bangka Barat terus berani tampil, berkreasi, dan berinovasi. Jadikan seni dan budaya sebagai jembatan untuk membawa nama Bangka Barat dikenal lebih luas,” pungkasnya.

