Dengan Universiti Utara Malaysia dan Burapha University, kerja sama telah mencakup program pertukaran pelajar (student exchange), kolaborasi riset (collaborative research), konferensi internasional, pertukaran tenaga dosen, serta pengembangan kurikulum bersama.

Adapun dengan City University of Hong Kong, kerja sama telah ditandatangani pada November 2025, mencakup penelitian bersama, pengabdian masyarakat, kuliah umum dengan pengajar langsung dari CityU, serta program pertukaran mahasiswa.

Rektor Institut Pahlawan 12, Dr. Darol Arkum, menyatakan rasa bangganya atas terselenggaranya ujian tesis dengan penguji internasional ini. Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari visi besar kampus untuk menjadi institusi pendidikan yang berwawasan internasional.

“Kami sangat antusias dan bangga dapat menghadirkan para profesor dari tiga universitas terkemuka di Asia. Ini adalah langkah strategis untuk membuka lebih banyak peluang bagi mahasiswa dan dosen kami dalam memperdalam ilmu pengetahuan di level internasional,” ujar Dr. Darol Arkum .

Ia menambahkan bahwa kerja sama ini diharapkan tidak hanya memperkaya pengalaman pendidikan, tetapi juga memperkuat posisi Institut Pahlawan 12 sebagai kampus yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di kancah internasional.

“Saya yakin, melalui kolaborasi ini, kita dapat saling mendukung dalam mendorong inovasi dan perkembangan di bidang akademik dan riset, serta menjadi jembatan bagi pertukaran ilmu pengetahuan dan budaya antarnegara,” pungkasnya .

Senada dengan Rektor, Direktur Pascasarjana Magister Administrasi Publik Institut Pahlawan 12, Dr. Yan Megawandi, menilai ujian tesis dengan penguji internasional ini sebagai momentum emas bagi pengembangan program studi yang dipimpinnya.

“Kerja sama dengan universitas terkemuka seperti Universiti Utara Malaysia yang memiliki reputasi kuat di bidang manajemen dan administrasi publik, serta Burapha University dan City University of Hong Kong, sangatlah krusial. Ini akan membuka jalan bagi pengembangan program internasionalisasi, penelitian komparatif dan kolaboratif, peningkatan kapasitas dosen, serta kualitas riset yang berstandar internasional,” ungkap Dr. Yan Megawandi .

Ia berharap para mahasiswa Magister Administrasi Publik dapat memanfaatkan peluang ini untuk memperkaya wawasan kebijakan publik dari perspektif regional dan internasional.

“Ke depannya, kami berkomitmen untuk terus merumuskan program-program akademik yang aplikatif dan berorientasi pada pemecahan permasalahan sosial politik dan ekonomi, sejalan dengan semangat Tri Dharma Perguruan Tinggi,” tutupnya. (deddy marjaya)