“Kami berharap anak-anak kita dapat belajar lebih baik lagi, lebih semangat lagi, dan kami juga titip uangnya dibelikan perlengkapan anak-anak kita,” ucapnya.

Sementara itu, salah satu penerima bantuan, Yunasril, siswa kelas 1 SMP Negeri 3 Pangkalpinang, mengaku gembira mendapatkan bantuan tersebut.

“Alhamdulillah senang, terima kasih pak Wali sudah membantu,” ujar Yunasril.

Ia menyebut bantuan yang diterimanya dalam bentuk tabungan pendidikan akan digunakan secara bertahap untuk memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah dan keperluan belajar.

Dalam kegiatan yang sama, Pemkot Pangkalpinang juga meluncurkan buku yang berisi sejarah, budaya dan tradisi Kota Pangkalpinang untuk peserta didik jenjang SD.

Buku tersebut disusun oleh para guru di Kota Pangkalpinang sebagai salah satu bahan pembelajaran untuk mengenalkan identitas daerah kepada generasi muda.

Saparudin menilai pengenalan sejarah dan budaya lokal perlu dilakukan sejak usia sekolah agar generasi muda tidak kehilangan pengetahuan mengenai daerahnya sendiri.

“Jangan lupakan sejarah. Sejarah itu penting dan jadikan itu pengalaman yang berharga untuk menatap masa depan lebih baik,” tuturnya.

Ia berharap buku tersebut tidak hanya menjadi bahan bacaan bagi siswa, tetapi juga dapat menumbuhkan kecintaan terhadap budaya dan lingkungan lokal.

Saparudin turut mendorong para guru agar terus menghasilkan karya yang dapat mendukung peningkatan mutu pendidikan di Kota Pangkalpinang.

“Tentunya guru harus menjadi salah satu ujung tombak dari mutu pendidikan di sekolah-sekolah kita,” pungkasnya.