Selain berbagi, Saparudin juga mengingatkan pentingnya membangun sikap kasih sayang dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, kasih sayang harus diterapkan kepada keluarga, saudara, maupun lingkungan sekitar.

Ia menekankan bahwa kesabaran juga menjadi bagian penting dalam menerapkan nilai tersebut. Sebab, menurutnya, menjalankan ibadah harus diiringi dengan kemampuan mengendalikan diri dan menghadapi berbagai persoalan dengan sabar.

“Pokok orang itu semua harus baik, harus kasih sayang yang diajarkan, cinta kasih, kasih sayang. Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang,” tuturnya.

Memasuki usia ke-269 tahun, Saparudin berharap Kota Pangkalpinang dapat semakin berkembang sekaligus memperoleh keberkahan melalui kehidupan masyarakat yang semakin peduli, saling menyayangi dan gemar membantu sesama.

“Harapan tentunya di tahun yang akan datang Kota Pangkalpinang kita ini semakin berkah, dan kita semua masyarakat Pangkalpinang selalu dilindungi oleh Allah Subhanahu wa taala,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Saparudin turut mengajak masyarakat menghadiri zikir akbar yang dijadwalkan berlangsung pada 3 Oktober malam di Alun-Alun Taman Merdeka. Kegiatan itu ditargetkan diikuti sekitar 3.000 peserta serta menghadirkan Syekh Jilani dan Syekh Fadil, guru tarekat dari Mekkah.