Ia menceritakan, suaminya bekerja sebagai kuli bangunan dengan penghasilan yang tidak menentu dan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ketika harus menjalani pengobatan, keluarganya cukup kebingungan mencari biaya karena hanya sebagian biaya pengobatannya ditanggung melalui BPJS Kesehatan.

Dalam proses pengobatan, bantuan dari PT TIMAH menjadi salah satu dukungan yang dirasakan Santi dan keluarganya. Bantuan tersebut dapat digunakan untuk mendukung kebutuhan pengobatan, termasuk biaya transportasi dari Karimun ke Batam.

“Kalau dari Karimun biasanya ke Batam. Lumayan juga biayanya, apalagi kalau harus menginap. Kadang kami menginap di rumah singgah,” tuturnya.

Bantuan tersebut, kata Santi, sangat berarti bagi keluarganya di tengah kondisi ekonomi yang terbatas. Ia mengaku tidak menyangka dapat memperoleh dukungan untuk membantu biaya pengobatannya.

“Ini sangat membantu masyarakat yang membutuhkan seperti kami. Awalnya saya tidak menyangka akan mendapatkan bantuan dari PT TIMAH. Saya sempat ragu untuk mengajukan, tetapi akhirnya dibantu. Semoga kedepannya PT TIMAH tetap membantu masyarakat yang membutuhkan,” ucapnya. (*)