“Jangan bermain-main dengan barcode BBM. Gunakan sesuai kendaraan dan peruntukannya. Jangan sampai ada penyalahgunaan yang merugikan masyarakat luas,” tegas Yos pada Sabtu (26/9/2026).

Selain masalah barcode, Yos juga memberikan peringatan keras terkait maraknya modus modifikasi tangki kendaraan untuk membeli BBM bersubsidi jenis Pertalite secara berulang-ulang (pengeretan).

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pengisian BBM secara berulang dan tidak memodifikasi tangki kendaraan. Mari bersama-sama menjaga ketertiban agar penyaluran BBM tepat sasaran,” lanjutnya.

Polres Bangka Barat memastikan akan menindak tegas setiap pihak, termasuk oknum SPBU, yang terbukti melakukan kecurangan. Operasi penertiban lalu lintas dan pengawasan SPBU ini akan terus digelar secara berkala di seluruh wilayah Kabupaten Bangka Barat.

Polisi juga meminta peran aktif masyarakat untuk mengawal penyaluran BBM ini. Warga yang melihat atau mencurigai adanya praktik pelat palsu, tangki siluman, hingga manipulasi barcode diminta segera melapor melalui layanan call center gratis 110 Polres Bangka Barat.