Keadaan semakin mendesak karena air laut yang tengah surut membuat kapal tidak dapat merapat ke dermaga, sehingga pihak manajemen kapal segera melaporkan kejadian tersebut kepada Kansar Pangkalpinang untuk meminta bantuan evakuasi.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue USS Tanjung Pandan bergerak cepat diberangkatkan menuju titik intercept pada koordinat 2° 43.595’S107° 34.508’E disekitaran perairan Tanjung Pandan. Setibanya di lokasi, tim SAR bersama tenaga medis dari Badan Karantina Kesehatan (BKK) langsung naik ke atas kapal guna melakukan pemeriksaan awal terhadap kondisi korban.

Setelah dipastikan aman untuk dipindahkan, korban segera dievakuasi ke atas Rigid Inflatable Boat (RIB) menuju Pelabuhan Tanjung Pandan. Setibanya di darat, korban langsung dilarikan menggunakan ambulans menuju RSUD Dr. H. Marsidi Judono Tanjung Pandan guna mendapatkan penanganan medis intensif.

Keberhasilan operasi kemanusiaan ini turut diapresiasi langsung oleh Kepala Kansar Pangkalpinang. “Kami menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh unsur SAR gabungan, mulai dari Badan Karantina Kesehatan Pelabuhan, Polairud, TNI AL Belitung, KSOP Tanjung Pandan, pihak perusahaan kapal, hingga seluruh pihak yang terlibat, atas sinergi dan kerja sama yang solid sehingga korban dapat dievakuasi dengan selamat,” pungkas Mikel Rachman Junika.

Seluruh rangkaian operasi yang didukung sarana alut dan peralatan SAR air serta medis tersebut berlangsung lancar tanpa hambatan, dan setelah korban berada di bawah penanganan rumah sakit, operasi SAR resmi ditutup