Menembus Batas: Kisah Pesenam Muda Beltim Menatap Emas Porprov VII
Pada nomor senam ritmik, tantangan lain muncul dari alat pita yang sudah tidak layak digunakan untuk kebutuhan pertandingan. Padahal, nomor ini juga menjadi salah satu peluang bagi Beltim untuk bersaing memperebutkan medali.
“Kita juga terkenda tidak adanya perlengkapan latihan memadai sehingga atlet sering cedera. Peluang mungkin cukup besar di nomor ritmik, kami tetap usahakan walau terkendala alat pertandingan yang sudah tidak layak pakai seperti alat pita,” tambah Ayu.
Meski begitu, keterbatasan tidak serta-merta menyurutkan harapan. Persani Beltim tetap berupaya memaksimalkan persiapan dengan fasilitas dan waktu yang tersedia. Dua atlet senam artistik putri yang saat ini menjalani pembinaan di SLOMPN Jakarta juga menjadi salah satu tumpuan untuk meraih medali.
Ditemui terpisah, Ketua Pengkab Persani Beltim, Akhiruddin menyampaikan harapan agar atlet-atlet tersebut mampu memberikan hasil terbaik. Ia menargetkan medali emas dari dua atlet putri yang menjalani pembinaan di Jakarta, sembari tetap mempersiapkan atlet lainnya untuk bersaing di berbagai nomor.
“Pada Porprov VII nanti persani akan menurunkan 10 orang, dua orang atlet artistik putri yang sekarang ada di SLOMPN Jakarta, untuk memperoleh medali emas di artistik putri,” ujar Didin sapaan Akhiruddin.
Ketua Komisi III DPRD Beltim ini menyatakan pada Porprov VI Cabang Olahraga Senam akan memperebutkan total 17 medali emas. Persani Beltim diharapkan mampu menyumbangkan empat medali emas.
“Insyallah kita targetkan empat medali emas. Semoga bisa menyumbangkan lebih banyak, mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat,” harap Didin.
Didin juga mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya atas support dan dukungan dari orang tua atlet senam yang tetap semangat mendampingi anaknya latihan setiap hari di GOR Pergib.
“Infonya orang tua atlet sudah pesan tiket dan penginapan untuk hadir di Porprov VII nantinya. Dukungan masyarakat seperti ini yang membuat kita optimis dan termotivasi,” ucap Didin.
Bagi para atlet muda ini, Porprov bukan hanya tentang mengejar medali. Ada proses panjang yang mereka jalani setiap sore: mengulang gerakan yang belum sempurna, menjaga konsistensi, menghadapi rasa lelah, dan tetap membagi waktu dengan pendidikan.
Sumber: beltim.go.id

