Jaga Ekosistem Pesisir, PT Timah dan HNSI Bangka Kembali Tenggelamkan Puluhan Atraktor Cumi
Ketua DPC HNSI Kabupaten Bangka, Lukman, menjelaskan penggunaan atraktor buatan merupakan bagian dari upaya mendekatkan daerah penangkapan ikan bagi nelayan. Sebelumnya, nelayan harus melaut hingga belasan mil untuk menemukan lokasi yang potensial.
“Memang secara alami ada, tetapi jangkauannya jauh. Kita coba membuat atraktor buatan supaya lebih dekat, sehingga mobilitas nelayan lebih singkat dan dapat menghemat BBM,” jelasnya.
Bagi nelayan, keberadaan atraktor di sekitar perairan pesisir memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung. Ifandi, salah satu nelayan Pantai Tambak Udang, mengatakan atraktor yang telah dipasang sebelumnya turut membantu aktivitas penangkapan ikan.
“Kalau bisa ditambah lagi agar lebih bagus dan bermanfaat. Banyak manfaatnya, alhamdulillah,” tuturnya.
Division Head Corporate Secretary PT TIMAH, Ruddy Nursalam, mengatakan kegiatan penenggelaman atraktor merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam menjaga ekosistem pesisir sekaligus mendukung keberlanjutan ekonomi masyarakat nelayan.
Menurutnya, keberadaan atraktor diharapkan dapat menjadi bagian dari habitat biota laut dan mendukung peningkatan potensi sumber daya perikanan di sekitar perairan.
“Penenggelaman atraktor ini merupakan bagian dari upaya PT TIMAH untuk menjaga dan memulihkan ekosistem pesisir. Kami berharap keberadaannya dapat mendukung habitat biota laut dan meningkatkan potensi sumber daya perikanan yang pada akhirnya memberikan manfaat bagi masyarakat nelayan,” ujar Ruddy.
Program serupa juga telah dilakukan PT TIMAH di sejumlah wilayah operasional perusahaan. Pada pekan sebelumnya, kegiatan penenggelaman atraktor juga dilaksanakan di wilayah Belitung.
Ruddy menambahkan, upaya menjaga lingkungan pesisir membutuhkan kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, nelayan, dan masyarakat. Karena itu, PT TIMAH terus mendorong kegiatan yang dapat berjalan beriringan antara pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. (*)

