“Melalui forum ini, saya ingin menambah ilmu, memperluas jejaring, dan membuka peluang kolaborasi agar berbagai pengetahuan serta pengalaman yang diperoleh dapat memberikan manfaat bagi Bangka Belitung,” ujar Arinda.

Sebagai peneliti muda di bidang manajemen lingkungan, Arinda memandang bahwa penanganan persoalan lingkungan membutuhkan pendekatan yang menyeluruh berbasis ilmu pengetahuan, kebijakan yang tepat, serta keterlibatan aktif masyarakat. Ilmu yang dipelajari di bangku pascasarjana, katanya, harus mampu diterjemahkan menjadi solusi nyata di lapangan.

Keikutsertaannya dalam forum ini menjadi jembatan bagi Arinda untuk mempertemukan pengetahuan akademik dengan praktik keberlanjutan yang diterapkan di berbagai belahan dunia. Wawasan dan jejaring yang dibangun diharapkan dapat memperkuat kontribusinya di daerah, mulai dari perlindungan sumber daya air, pemulihan lingkungan pascatambang, hingga pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Arinda juga menegaskan bahwa persoalan lingkungan di daerah tidak boleh terasing dari pembahasan pembangunan berkelanjutan, baik di tingkat nasional maupun internasional. Kolaborasi antarberbagai pihak pemerintah, dunia usaha, komunitas, akademisi, dan masyarakat dinilai kunci untuk menghadirkan solusi yang tidak hanya efektif, tetapi juga berkeadilan dan berkelanjutan.