Dalam kondisi ketakutan karena mengira dirinya dibegal, Riki langsung berlari menuju permukiman warga untuk meminta pertolongan.

Sementara itu, Senli memilih meninggalkan lokasi kejadian karena khawatir aksi isengnya memicu amarah warga sekitar akibat salah paham.

Isu pembegalan ini mencuat setelah keluarga Riki membuat dugaan sepihak. Hal tersebut dikarenakan Riki belum dapat memberikan keterangan secara jelas dan utuh kepada keluarganya akibat kondisi kesehatannya yang sempat menurun setelah terjatuh.

“Setelah kedua pihak kami panggil dan berikan keterangan kepada petugas, barulah diketahui bahwa peristiwa itu murni kesalahpahaman yang bermula dari candaan. Polsek Tempilang juga telah memfasilitasi mediasi agar persoalan ini selesai kekeluargaan dan tidak berlanjut,” tambah Yos Sudarso.

Atas kejadian ini, Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menyerap informasi di media sosial. Masyarakat diminta tidak mudah percaya maupun menyebarkan kabar dugaan tindak kriminal yang belum terverifikasi kebenarannya agar tidak menimbulkan keresahan publik.

Pihak kepolisian juga meminta masyarakat untuk selalu memanfaatkan saluran resmi pengaduan Polri jika mengetahui atau mengalami peristiwa yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).