“Kita berharap melalui kegiatan sosialisasi ini, dapat pemberian edukasi bagaimana bisa menumbuhkan kepedulian masyarakat melalui duta-duta lingkungan yang diinisiasi oleh siswa-siswi kita,” lanjutnya.

Ia juga menambahkan, bahwa peran duta lingkungan dan pelajar sangat penting untuk menularkan kebiasaan baik ini ke rumah.

“Melalui anak-anak didik kita, informasi yang mereka terima kali ini dapat disampaikan dan diterapkan di rumah, lingkungan tempat tinggal, serta keluarga. Kita berharap melalui keluarga-keluarga inilah perubahan perilaku secara signifikan dapat terjadi,” lanjut Eva optimis.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka Tengah, Atika Anggraini, dalam laporan kegiatannya menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk empat dimensi fokus utama, yakni penghematan energi, pengelolaan sampah, penghematan air, dan pengurangan polusi udara.

“Program ini melibatkan skala partisipasi yang masif, yakni diikuti oleh total 8.123 siswa dari 32 SMP negeri dan swasta di Kabupaten Bangka Tengah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 32 siswa ambil bagian dalam kompetisi pemilihan duta siswa lingkungan, serta 320 siswa berpartisipasi dalam lomba kreasi menjaga kebersihan sekolah,” jelas Atika.

Rangkaian kegiatan ini tidak berhenti pada acara peluncuran semata. Usai tahap sosialisasi dan promosi gerakan kebersihan yang dilaksanakan hari ini, agenda akan dilanjutkan dengan tahap visitasi pada 21 hingga 26 Oktober mendatang, guna memantau perkembangan dan kemajuan program di masing-masing sekolah.

Kepala SMPN 1 Koba, Hana Meilani, turut mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi mendalam atas terselenggaranya kegiatan skala besar ini di sekolahnya.

“Kami sangat berharap program Eco Green School dapat berlanjut secara berkesinambungan agar budaya peduli lingkungan benar-benar mendarah daging bagi guru, siswa, maupun seluruh warga sekolah di Bangka Tengah,” harapnya. (**)