Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Basel, H. Mulyono, S.P., M.Si., dalam sambutannya menekankan pentingnya peran literasi dalam membentuk masyarakat yang mampu mengikuti perkembangan zaman.

“Literasi bukan hanya tentang membaca dan menulis. Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa berpikir kritis, kreatif, adaptif, inovatif, dan memiliki daya saing. Itulah fondasi untuk membangun manusia yang berkualitas,” tegas Mulyono.

Ia menambahkan, budaya membaca dan belajar perlu ditanamkan sejak dini sebagai kegiatan yang menyenangkan guna membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik. Mulyono berharap festival ini dapat mendorong lahirnya gerakan-gerakan literasi yang berkelanjutan di Bangka Selatan.

Pembukaan Festival Literasi Bangka Selatan 2026 ini secara resmi ditandai dengan pemukulan beduk oleh jajaran Perpusda Bangka Selatan. Momen tersebut menjadi awal dari rangkaian kegiatan yang diharapkan dapat menghadirkan lebih banyak ruang belajar, berbagi, dan berkarya bagi masyarakat. (**/Putri Simba)