“Kami melihat potensi besar hortikultura di kawasan ini. Melalui pendampingan dan penyampaian informasi yang tepat, kami berharap hasil panen petani tidak hanya melimpah secara kuantitas, tetapi juga memenuhi standar mutu pasar yang bernilai tinggi,” ujarnya.

Diskusi berlangsung interaktif dengan mengangkat berbagai pengalaman dan tantangan nyata petani. Sejumlah peserta, termasuk Mang Ayik dan Pak Rokip, mengemukakan kendala dalam mengakses pasar supermarket serta persoalan harga sayuran hidroponik yang belum selalu mencerminkan perbedaan karakteristik produknya dibandingkan sayuran konvensional.

Menanggapi diskusi tersebut, salah satu peserta, Mas Andi, menekankan pentingnya menjaga kualitas dan kontinuitas produksi, termasuk melalui pengendalian hama yang tepat. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan mutu hasil panen tidak dapat dipisahkan dari pengelolaan produksi sejak tahap budidaya.

Melalui FFBS, petani juga diajak memahami bahwa setiap saluran pemasaran memiliki persyaratan berbeda terkait mutu, volume, kontinuitas pasokan, dan penanganan produk. Penerapan sortasi dan grading diharapkan tidak hanya mengurangi kehilangan hasil, tetapi juga membantu petani menyesuaikan produknya dengan kebutuhan pembeli dan membuka peluang akses pasar yang lebih luas.

Kegiatan ditutup dengan praktik langsung sortasi dan grading pada sejumlah komoditas hortikultura, antara lain melon, cabai, pakcoy, dan kangkung. Peserta mempraktikkan pemilahan produk berdasarkan kondisi fisik dan karakteristik mutu sebagai bagian dari pembelajaran penanganan hasil panen.

Melalui integrasi pembelajaran teknis dan aspek bisnis dalam FFBS, Tim Ekspedisi Patriot IPB University berharap petani semakin memahami bahwa keberhasilan usaha hortikultura tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menghasilkan produk, tetapi juga oleh kemampuan menjaga mutu, memahami kebutuhan pembeli, dan memilih saluran pemasaran yang sesuai.

Upaya ini menjadi bagian dari penguatan fondasi usaha tani hortikultura yang lebih berdaya saing dan berkelanjutan di Kawasan Transmigrasi Batu Betumpang. (**)