Sebelum sumur bor kembali berfungsi, masjid harus mengeluarkan biaya sekitar Rp800 ribu per bulan untuk membeli air. Dengan beroperasinya kembali fasilitas tersebut, pengeluaran untuk pembelian air diharapkan dapat dihemat dan dialihkan untuk kebutuhan lainnya.

Menurut Muhammad, bantuan peremajaan sumur bor ini sangat berarti karena menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Ketersediaan air bersih tidak hanya mendukung aktivitas rumah tangga, tetapi juga membantu kegiatan ibadah di masjid.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada PT TIMAH yang dinilai telah memberikan kontribusi bagi masyarakat Desa Lalang dalam beberapa tahun terakhir.

“Terima kasih kepada PT TIMAH. PT TIMAH sudah banyak kontribusi yang dirasakan masyarakat, mulai dari bantuan rehabilitasi rumah, bantuan pengobatan, hingga bantuan pendidikan. Bantuan yang diberikan sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.

Muhammad berharap PT TIMAH terus berkembang sehingga dapat memperluas kontribusinya bagi masyarakat di wilayah operasional perusahaan, termasuk di Desa Lalang.

Ia juga berharap sinergi antara perusahaan dan masyarakat dapat terus diperkuat, khususnya dalam pengelolaan potensi sumber daya timah di wilayah desa. Menurutnya, komunikasi dan kerja sama yang baik diperlukan agar aktivitas pertambangan, apabila dilaksanakan sesuai ketentuan, dapat memberikan manfaat bagi masyarakat setempat. (*)