Kenangan Marmah tentang Kamarudin ketika masih bersekolah pun masih tersimpan. Kala itu, ia mengajar matematika, ilmu pengetahuan alam dan kesenian. Di antara pelajaran yang diampunya, Kamarudin paling menonjol dalam matematika. Ia mengenangnya sebagai murid yang cerdas dan tidak dikenal nakal di sekolah.

“Memang cerdas orangnya, lebih dari anak-anak lain dalam matematika. Kalau kenakalan, tidak ada,” kenangnya.

Kini, puluhan tahun setelah masa sekolah itu berlalu, Marmah akan segera menapakkan kaki di Tanah Suci berkat perhatian dari mantan muridnya. Kisahnya menjadi bagian dari program Umrah Nyaman Berkah yang akan memberangkatkan 12 jemaah dari tujuh kecamatan di Beltim untuk menunaikan ibadah umroh.

Sebagai bagian dari persiapan keberangkatan, setiap jemaah menerima uang saku sebesar 1.000 riyal. Uang saku untuk Marmah diserahkan melalui Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Beltim, Supeni. Seluruh jemaah memperoleh nominal yang sama untuk mendukung perjalanan ibadah mereka.

Di balik kebahagiaannya, Marmah juga menyampaikan doa bagi mantan muridnya yang kini memimpin daerah. Ia berharap Kamarudin diberi kemudahan dalam menjalankan amanah serta mampu mewujudkan cita-citanya untuk menyejahterakan masyarakat Beltim.

“Semoga Bapak Bupati mendapat kemudahan dalam memimpin Belitung Timur ini. Semoga cita-citanya untuk menyejahterakan Belitung Timur tercapai. Semoga murid-murid yang lain juga masih ingat sama saya,” tutupnya.

Sumber: Lawang Beltim