Menurutnya, penanganan bencana mengutamakan keselamatan serta pemulihan kondisi warga. Berbagai fasilitas penunjang telah disiagakan, mulai dari tenaga medis, perawat, layanan kesehatan, hingga dapur umum untuk memenuhi kebutuhan harian korban.

“Pemerintah harus hadir di tengah masyarakat. Saat ini, kami berupaya menyelesaikan penanganan melalui musyawarah, mufakat, dan gotong royong karena masyarakat Bangka Belitung memiliki rasa kekeluargaan yang tinggi,” ungkapnya.

Gubernur turut mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), agar kejadian serupa tidak terulang. Ia berharap musibah ini menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian sosial, solidaritas, dan kerja sama seluruh elemen masyarakat.

Melalui penanganan berbasis kebersamaan, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berkomitmen untuk terus mendampingi warga terdampak hingga kondisi pulih dan pembangunan rumah dapat segera direalisasikan.