Para siswa mengikuti kegiatan dengan antusias. Pembelajaran secara langsung ini memberikan kesempatan kepada mereka untuk melihat keterampilan seorang pengrajin dari dekat serta memahami bahwa sebuah karya tradisional membutuhkan proses dan ketekunan.

Kegiatan ini tidak hanya menambah wawasan siswa tentang kerajinan lokal, tetapi juga menanamkan rasa cinta terhadap budaya daerah, menghargai keterampilan para pengrajin, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga warisan budaya agar tetap dikenal oleh generasi mendatang.

Melalui kegiatan belajar di Desa Sengir ini, SD IT Alam Cahaya berharap siswa dapat semakin mengenal potensi budaya yang ada di lingkungan sekitar. Pengalaman tersebut juga menjadi sarana pembelajaran kontekstual yang menghubungkan pengetahuan di sekolah dengan kehidupan nyata di masyarakat.

SDIT ALAM CAHAYA mengucapkan Terima kasih kepada Ibu Nuni selaku pengrajin resam, beserta Ibrahim Kades Sengir atas kesediaan dan penjelasannya sehingga anak-anak cahaya mendapatkan pengalaman belajar yang berharga. Semoga kegiatan ini menumbuhkan generasi yang mencintai, menghargai, dan turut melestarikan budaya lokal Bangka Belitung.