Winda menilai keberagaman tersebut menjadi bagian dari pengalaman belajar siswa untuk saling mengenal dan berkembang bersama. Ia juga meyakini potensi untuk meraih masa depan yang lebih baik tidak hanya dimiliki anak-anak dari kota besar.

“Terinspirasi oleh Laskar Pelangi, kami percaya bahwa potensi anak-anak itu tidak hanya berasal dari kota besar. Anak-anak dari daerah pun mampu bersaing jika kita memberikan kesempatan dan lingkungan belajar yang tepat,” ujarnya.

Untuk mengembangkan potensi tersebut, SMA Unggul Garuda menerapkan pembelajaran berbasis sains, teknologi, teknik dan matematika (STEM), disertai penguatan karakter serta pembentukan kepemimpinan. Pendekatan ini diarahkan untuk menyiapkan generasi muda yang mampu bersaing secara global tanpa kehilangan kepedulian terhadap kebutuhan lokal.

Winda juga menyampaikan bahwa sekolah memiliki visi mendorong para siswa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terbaik dunia. Karena itu, pengembangan kemampuan akademik perlu berjalan beriringan dengan pembentukan karakter dan kepemimpinan.

Berbagai program pendidikan tersebut diperkenalkan melalui Open House bertema “Setahun Sekolah Garuda Melahirkan Talenta Unggul untuk Indonesia”. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana sosialisasi penerimaan peserta didik baru (PPDB), khususnya bagi siswa kelas IX SMP yang mulai mempersiapkan pilihan pendidikan pada jenjang berikutnya.

Open House tersebut dilaksanakan serentak di 51 sekolah dalam ekosistem Sekolah Unggul Garuda di seluruh Indonesia. Jumlah itu terdiri atas empat SMA Unggul Garuda Baru dan 47 SMA Unggul Garuda Transformasi di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Di Beltim, sekitar 300 peserta dari Kepulauan Bangka Belitung mengikuti kegiatan ini. Peserta terdiri atas pemangku kepentingan, kepala sekolah, guru dan siswa SMP yang mendapat kesempatan mengenal lebih jauh lingkungan sekolah, fasilitas serta program pendidikan SMA Unggul Garuda.

Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek, Samsuri, Wakil Gubernur Universitas Republik Indonesia, Yos Sunitiyoso, Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Beliadi, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Beltim, jajaran kepala organisasi perangkat daerah, perwakilan sekolah serta tokoh masyarakat dan tokoh agama.

Sumber: Lawang Beltim