Selain itu, murid yang cenderung sulit memahami atau tidak fokus terhadap mata pelajaran yang telah diberikan oleh guru juga kemungkinan tidak memiliki budaya belajar yang baik. Sebagai dampak buruk dari budaya learning culture (budaya belajar) yang tidak diimplementasikan, maka hasil belajar para murid tidak akan tercapai dengan optimal bahkan dampak yang lebih buruk lagi adalah murid tersebut tidak dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Baik di lingkungan sekolah maupun di rumah, budaya learning culture (budaya belajar) harus hidup dan dibiasakan.

Menurut hemat penulis, implementasi learning culture (budaya belajar) dapat dilakukan melalui hal-hal sebagai berikut:

  • Mengurangi ketergantungan terhadap gadget dan media sosial

Gadget dan media sosial yang tidak terkontrol mempengaruhi budaya belajar murid. Para murid cenderung malas belajar dan melalaikan tugas-tugasnya sebagai seorang murid. Pihak sekolah dan para wali murid hendaknya dapat melakukan pengawasan terhadap dan pembatasan terhadap penggunaan gadget dan aktivitas media sosial murid dan anak-anaknya

  • Menanamkan pola pikir bertumbuh (growth mindset)

Pola pikir bertumbuh (growth mindset) merupakan kesadaran seseorang untuk terus bertumbuh dan berkembang melalui usaha, latihan serta doa. Guru dan orang tua perlu menanamkan pola pikir bertumbuh (growth mindset) pada murid dan anak-anaknya sejak dini. Langkah konkretnya adalah dengan senantiasa mengajarkannya untuk berpikir kritis (critical thinking), memecahkan masalah secara mandiri lan sebagainya

  • Membangun budaya berbagi dan mencintai ilmu pengetahuan

Untuk membangun budaya belajar, para guru dapat mengarahkan murid untuk berbagi pengetahuan kepada rekan sejawat, mentoring kepada teman-teman yang belum memahami sebuah materi dan lain sebagainya. Budaya cinta dengan ilmu pengetahuan juga perlu ditanamkan sejak dini oleh para guru dan orang tua

  • Implementasi belajar sepanjang hayat

Belajar sepanjang hayat adalah bagaimana menanamkan kebiasaan para murid agar tidak hanya fokus mencari sumber belajar formal. Para murid juga dapat mengembangkan aktivitas belajarnya melalui pendidikan informal lainnya

  • Kerja sama lintas sektoral

Di era modern ini, para guru hendaknya dapat melakukan kerjasama baik secara langsung maupun maya dengan orang tua murid atau pihak lainnya untuk membangun budaya learning culture (budaya belajar) yang lebih optimal. Para guru dan orang tua wali murid dapat saling berkomunikasi dan bertukar pikiran terkait perkembangan budaya learning culture (budaya belajar) yang sudah dicanangkan.

Kesimpulannya adalah, budaya learning culture (budaya belajar) perlu ditanamkan sejak dini. Para murid hendaknya dapat disibukkan dengan budaya learning culture (budaya belajar) yang positif baik di lingkungan belajar formal maupun informal. Hal ini bertujuan agar para murid dapat mencapai hasil belajar yang optimal dan dapat menjadi pribadi yang cerdas dan berkarakter serta tidak kecanduan gadget dan media sosial.