Ketua DKD Kepulauan Bangka Belitung, Kak Akhlakul Kanaah, menyampaikan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan upaya menghadirkan kegiatan yang bermanfaat bagi anggota Pramuka.

“Walaupun tanpa anggaran, kami tetap berusaha mengupayakan kegiatan bagi Pramuka Penegak dan Pandega agar mereka tidak kehilangan kesempatan untuk belajar, berkembang, dan berkarya. Kami ingin Pramuka tetap eksis dan terus menghadirkan ilmu yang bermanfaat serta berdampak positif bagi anak muda sebagai calon-calon pemimpin bangsa,” ungkap Kak Akhlakul Kanaah.

Menurutnya, semangat untuk terus bergerak dan menghadirkan kegiatan yang bermakna merupakan bagian dari tanggung jawab Dewan Kerja dalam mendukung pembinaan generasi muda. Keterbatasan yang ada justru menjadi dorongan untuk memperkuat kreativitas, kemandirian, dan kolaborasi dengan berbagai pihak.

Sementara itu, Ketua Sangga Kerja JOTA-JOTI Daerah Kwarda Babel Tahun 2026, Kak Hafidz, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta yang merupakan perwakilan dari lima kwartir cabang di Pulau Bangka, yaitu Kwartir Cabang Bangka, Kota Pangkalpinang, Bangka Tengah, Bangka Barat, dan Bangka Selatan.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan JOTA-JOTI ini juga berhasil menjalin komunikasi dengan 51 stasiun radio yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Capaian tersebut menjadi pengalaman berharga bagi peserta dalam mengenal jaringan komunikasi radio amatir sekaligus memperluas interaksi dengan sesama anggota dan komunitas radio dari berbagai daerah.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan pengalaman baru bagi seluruh peserta, khususnya dalam bidang komunikasi, teknologi, dan publikasi. Meskipun dilaksanakan hanya satu hari, kami berupaya agar setiap sesi tetap memberikan manfaat dan pengalaman yang dapat diterapkan oleh peserta di lingkungan masing-masing,” ujar Kak Hafidz.

Pada akhir kegiatan, penutupan dilakukan oleh Kak Nico selaku pendamping kegiatan yang mewakili Bidang Pembinaan Anggota Muda Kwartir Daerah Kepulauan Bangka Belitung. Penutupan ini sekaligus menjadi penanda berakhirnya rangkaian kegiatan JOTA-JOTI Daerah Kwarda Babel Tahun 2026.

Terselenggaranya kegiatan ini menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk terus memberikan ruang belajar bagi generasi muda. Melalui dukungan ORARI, semangat kerja Dewan Kerja, serta partisipasi para peserta, JOTA-JOTI Daerah Kwarda Babel Tahun 2026 diharapkan mampu menumbuhkan Pramuka yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, kreatif dalam berkarya, cakap berkomunikasi, dan mampu menyebarkan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

JOTA-JOTI bukan sekadar kegiatan tahunan, melainkan ruang untuk belajar, terhubung, berkarya, dan membuktikan bahwa Pramuka selalu memiliki cara untuk terus bergerak dan memberikan manfaat.