“Informasi saat ini sangat banyak, terutama di dunia maya. Kita harus memahami mana informasi yang boleh dipertahankan, mana yang tidak, mana yang bermanfaat, dan mana yang tidak,” tegasnya.

Algafry juga menekankan bahwa budaya literasi harus dibangun sejak dini melalui interaksi dalam keluarga, seperti membacakan buku dan membiasakan anak berdiskusi.

“Gerbang utama untuk membangun literasi ada di rumah. Melalui interaksi antara ayah dengan anak, bunda dengan anak, di situlah literasi mulai tumbuh,” ungkapnya.

Algafry juga mengapresiasi kolaborasi pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat dalam memperkuat literasi di Bangka Tengah. Ia berharap seminar internasional dan peluncuran buku ini mendorong lahirnya budaya literasi yang berkelanjutan demi mewujudkan masyarakat yang berpengetahuan, berkarakter, dan beradab.