“Kita memberikan pembekalan kepada pengurus dan cabor untuk melakukan penataan, baik dari segi pertanggungjawaban maupun penggunaan keseluruhan,” ujar Ahmad Fatoni, Rabu (21/10/2026).

Sementara itu, Ketua KONI Bangka Barat, Martin, mengingatkan jajarannya bahwa pengelolaan organisasi olahraga tidak boleh hanya berorientasi pada pencapaian prestasi atlet di lapangan. Aspek administrasi kepatuhan hukum dan tertib anggaran juga menjadi pilar krusial yang wajib diperhatikan.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama memahami tata kelola, akuntabilitas dana hibah, dan kepatuhan hukum. Jangan sampai karena persoalan administrasi kemudian menghambat pembinaan dan prestasi olahraga,” kata Martin.

Martin menambahkan, koordinasi dan komunikasi antara KONI dan cabor akan terus diperkuat untuk menyelesaikan setiap kendala program secara bersama-sama. Ia mendorong seluruh cabor agar mengarahkan anggaran hibah secara terukur, efektif, dan berdampak langsung pada peningkatan prestasi atlet Bangka Barat.