Remaja Perempuan di Bangka Selatan Terpapar Narkoba Sejak SD, BNNK Rehabilitasi ke RSJD
Setibanya di IGD RSJD dr. Samsi Jacobalis, NA menjalani proses registrasi, pemberkasan, serta pemeriksaan kesehatan melalui radiologi dan laboratorium.
Dari pemeriksaan awal, ditemukan masalah psikologis berupa kondisi emosi yang tidak stabil. Pihak rumah sakit menjelaskan kepada keluarga bahwa NA perlu menjalani rehabilitasi kejiwaan terlebih dahulu selama sekitar satu hingga tiga minggu.
Setelah tahap tersebut, NA direncanakan melanjutkan rehabilitasi rawat inap narkotika selama tiga bulan sesuai penjelasan pihak rumah sakit.
Usai seluruh proses administrasi dan pemeriksaan selesai, NA diterima sebagai klien rehabilitasi rawat inap untuk mendapatkan penanganan lebih intensif.
Kepala BNNK Bangka Selatan berharap proses rehabilitasi dapat membantu pemulihan kondisi fisik dan psikologis anak tersebut, sekaligus membuka kesempatan baginya untuk kembali menjalani kehidupan secara sehat.
“Kasus ini menjadi pengingat pentingnya peran keluarga dan lingkungan dalam melindungi anak dari bahaya narkotika. Edukasi sejak dini, pengawasan, serta kepedulian terhadap pergaulan anak dinilai penting untuk mencegah keterpaparan narkoba sejak usia sekolah,” tutup Hendra Amoer.

