Ia menambahkan bahwa MTQH bukan sekadar ajang perlombaan membaca dan memahami Al-Qur’an, melainkan sarana memperkuat keimanan, membentuk akhlak mulia, serta menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap nilai-nilai Islam. Pemerintah Provinsi Bangka Belitung turut mengapresiasi kesiapan Pemkab Bangka Tengah dan seluruh panitia dalam menyambut perhelatan akbar ini.

Sejalan dengan hal tersebut, Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, melalui tayangan video menyatakan kesiapan daerahnya sebagai tuan rumah yang siap melayani kompetisi pada 9 cabang dan 26 golongan lomba.

“Peluncuran hari ini adalah momentum awal dari ikhtiar mulia kita untuk membumikan Al-Qur’an di bumi Selawang Segantang. MTQH bukanlah ajang untuk memperebutkan piala bergilir semata, melainkan instrumen besar untuk memupuk serta memperkuat pemahaman dan pengamalan nilai-nilai suci Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, saya menyatakan siap menjadi tuan rumah MTQH XV,” tegas Algafry.

Sementara itu, Wakil Bupati Bangka Tengah, Efrianda, mengimbau agar agenda ini dijadikan gerakan sosial keagamaan yang dampaknya terus dirasakan masyarakat, bukan sekadar agenda rutin tahunan.

“Mari kita jadikan MTQH XV ini sebagai gerakan bersama yang dampaknya terus hidup di tengah masyarakat. Gaungkan Al-Qur’an di masjid dan musala, hidupkan majelis ilmu, kuatkan pendidikan agama di lingkungan keluarga, serta tanamkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam diri generasi muda,” imbau Efrianda.

Logo MTQH XV yang baru diluncurkan memuat beragam filosofi lokal dan keislaman, seperti ornamen mushaf Al-Qur’an, masjid, tugu, perahu, peta Bangka Tengah, hingga gelombang laut. Perpaduan warna biru yang melambangkan kedamaian serta warna emas yang menyimbolkan kejayaan menjadikan logo ini identitas visual resmi menuju terwujudnya generasi Qur’ani yang unggul, mandiri, dan berakhlak mulia.