Lewat Program TJSL, PT Timah Bantu Pembangunan Asrama hingga Masjid Pesantren di Bangka Belitung
Ia menjelaskan, ketersediaan ruang kelas yang memadai menjadi salah satu kebutuhan utama untuk menunjang kegiatan belajar dan pembinaan santri. Dukungan perusahaan diharapkan dapat membantu pesantren melengkapi fasilitas yang diperlukan sekaligus membuka kesempatan bagi lebih banyak anak untuk belajar dan menghafal Al-Qur’an di daerahnya sendiri.
“Tujuan kami mendirikan pesantren tahfiz ini supaya ada penerus-penerus penghafal Al-Qur’an. Anak-anak di sekitar sini juga punya tempat untuk belajar tahfiz Al-Qur’an tanpa harus keluar daerah,” tuturnya.
Selain mendukung pembangunan fasilitas belajar dan tempat tinggal santri, PT TIMAH juga berkontribusi dalam penyediaan sarana pendukung kegiatan pendidikan keagamaan.
Salah satunya melalui bantuan pembangunan masjid di Pesantren Tahfizh Al-Qur’an Madinatunnajah, Yayasan Khodijah Center Madani, Kota Pangkalpinang.
Masjid tersebut direncanakan tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang untuk mendukung pembelajaran dan pembinaan karakter santri.
Ketua Yayasan Khodijah Center Madani, Samiah, mengatakan saat ini pesantrennya memiliki 73 santriwati, sementara kegiatan TPA pada sore hari diikuti sekitar 100 anak.
Ia mengapresiasi dukungan PT TIMAH dalam membantu pengembangan fasilitas pendidikan dan keagamaan tersebut. Bantuan perusahaan diharapkan dapat mempercepat penyelesaian pembangunan masjid sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh para santri dan masyarakat sekitar.
Tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, PT TIMAH juga mendukung peningkatan pengetahuan dan kompetensi santri melalui kegiatan edukasi. Salah satunya diwujudkan melalui edukasi keselamatan dan pengenalan penanganan kebakaran bagi santri dan santriwati Pondok Pesantren Darul Furqan, Desa Sawang Laut, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau.
Kegiatan yang dilaksanakan bersama PT TIMAH Division Kundur Area pada Masa Pengenalan Lingkungan Pondok (MPLP) Tahun Ajaran 2026/2027 tersebut memberikan pengetahuan dasar mengenai potensi bahaya kebakaran, pengenalan alat pemadam api, serta langkah penanganan keadaan darurat secara tepat dan aman.
Pimpinan Pondok Pesantren Darul Furqan, H. Choirur Rosid, mengapresiasi kegiatan edukasi tersebut. Menurutnya, pemahaman mengenai keselamatan perlu diberikan sejak dini agar para santri mampu mengenali risiko dan mengetahui tindakan yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi darurat. (*)

