Lebih lanjut, Yogi juga mengapresiasi langkah cepat Polda Babel yang belakangan telah berhasil melakukan sejumlah penangkapan terkait penyelewengan BBM. Kendati demikian, ia meminta kepolisian dan Pertamina memperketat pengawasan, terutama di area-area krusial seperti kawasan Ketapang yang kerap dilaporkan lumpuh akibat antrean kendaraan.

Ia mengingatkan seluruh pihak yang hadir agar tidak menjadikan rapat ini sebagai seremonial belaka. Mengingat kegiatan dewan dibiayai oleh anggaran negara, Yogi menuntut Pertamina dan pemilik SPBU memberikan transparansi penuh mengenai kondisi stok, kendala operasional, serta pola pelayanan di lapangan.

“Pada rapat kali ini kita menggunakan uang rakyat, jadi kita harus mendapatkan langkah konkrit dan jawaban bagi masyarakat. Jangan hanya kita rapat tapi tidak ada jalan keluar yang baik. Kami minta pemilik SPBU terbuka di tempat ini agar bisa dicarikan jalan keluar bersama,” tambahnya.

Sebagai wakil rakyat, Yogi berkomitmen untuk terus mengawal isu ini sampai tuntas agar masyarakat mendapatkan kepastian. Ia tidak ingin mendengar lagi alasan ataupun imbauan sepihak, yang meminta masyarakat untuk terus memaklumi keadaan tanpa adanya solusi nyata dari pemangku kebijakan.

“Kepada semuanya, jangan sampai masyarakat minta bersabar terus, sementara kita belum bisa menjelaskan secara pasti di mana letak persoalannya. Kalau masalahnya pasokan, benahi pasokannya. Kalau masalahnya distribusi, benahi distribusinya. Kalau ada pelanggaran, mohon diproses tetap sesuai hukum yang berlaku,” tutur Yogi.

“Tetapi yang paling penting adalah jangan biarkan masyarakat kita terus menanggung akibatnya. Kami minta solusi nyata, bukan sekadar penjelasan saja, pungkasnya.