Gubernur Babel Sidak: Ancam Cabut Izin SPBU Nakal

PANGKALPINANG, TIMELINES.ID – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Hidayat Arsani, menegaskan komitmennya untuk memastikan pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Provinsi Babel berjalan dengan baik, lancar, dan tepat sasaran. Ia meminta seluruh pihak terkait untuk mengawasi proses distribusi BBM agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi tanpa adanya penyimpangan.

Penegasan tersebut disampaikan Gubernur Hidayat Arsani saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke tujuh titik Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) sebagai bentuk respons atas keluhan masyarakat terkait kelangkaan minyak subsidi dan praktik oknum nakal, pada Kamis (29/10/2026).

Adapun lokasi tersebut antara lain SPBU Selindung Baru, SPBU Pangkal Balam, SPBU Kampung Opas, SPBU Jalan Ahmad Yani, SPBU Keramat Jalan Mentok, SPBU Aspol Jalan Selan, dan terakhir SPBU Kelurahan Kampung Dul. Sidak tersebut melibatkan aparat gabungan mulai dari Kepolisian, Satpol PP, Dinas Pertambangan sampai dinas terkait.

Dalam peninjauan tersebut, Gubernur ingin memastikan secara langsung kondisi di lapangan, mulai dari ketersediaan stok, proses penyaluran, mengawas ukuran bejana tera, hingga pelayanan kepada masyarakat. Langkah ini dilakukan untuk memastikan stok BBM aman, subsidi tepat sasaran bagi masyarakat dan pedagang kecil, serta menghilangkan antrean panjang.

“Kita akan melaksanakan sidak yang tak mengenal waktu ini ke semua SPBU, jadi seluruh aparat kita libatkan, kita mulai dari SPBU depan samsat. Kita buktikan bersama mulai dari cek fisik hingga cek tangki yang mencurigakan akan kita amankan,” ujar Gubernur Hidayat.

Dirinya menegaskan bahwa distribusi BBM harus dilakukan secara transparan dan tidak boleh disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Ia juga mengingatkan agar tidak ada oknum yang mengambil keuntungan pribadi dengan mengorbankan kepentingan masyarakat.

“Saya tegaskan, tidak ada oknum nakal. BBM harus disalurkan sesuai aturan dan tepat sasaran. Jangan sampai masyarakat kesulitan mendapatkan BBM, sementara ada pihak-pihak yang justru memanfaatkan situasi untuk kepentingan pribadi,” tegas Gubernur Hidayat.

Menurutnya, ketersediaan BBM merupakan kebutuhan penting yang berpengaruh langsung terhadap aktivitas masyarakat, transportasi, serta pergerakan perekonomian daerah. Oleh karena itu, pengawasan terhadap distribusi BBM perlu dilakukan secara serius dan berkelanjutan.

“Untuk pengelola SPBU, jangan takut melaporkan ke pihak kepolisian jika ditemukan oknum nakal baik itu dari pihak polisi maupun tentara atau pihak usaha lainnya. Jika terindikasi bermain curang, saya tidak segan-segan untuk memberhentikan hak izin operasi SPBU kalian,” ungkap Gubernur Hidayat.