Buka Festival Kepemudaan 2026, Prof Udin Ajak Generasi Muda Berani Bermimpi Setinggi Langit
Ia menggambarkan, tanpa ikrar Sumpah Pemuda, komunikasi antarmasyarakat dari berbagai daerah mungkin akan menghadapi kendala karena masing-masing menggunakan bahasa daerahnya.
“Kalau tidak ada Sumpah Pemuda, mungkin orang Bangka berbicara dengan bahasa Bangka, orang Jawa menggunakan bahasa Jawa, sehingga tidak saling memahami. Tetapi karena ada kesepakatan para pemuda pada 1928, kita memiliki bahasa persatuan, yaitu bahasa Indonesia,” tuturnya.
Prof. Udin menegaskan, semangat satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa persatuan harus terus diwariskan kepada generasi muda. Persatuan menjadi modal penting bagi Indonesia dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Selain semangat persatuan, ia juga mengingatkan pentingnya memanfaatkan momentum bonus demografi. Besarnya jumlah penduduk usia produktif, khususnya generasi muda, harus diimbangi dengan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan, kreativitas, serta berkontribusi dalam pembangunan.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Udin turut mengapresiasi berbagai penampilan yang disuguhkan peserta festival. Ia menyoroti kreativitas anggota Pramuka hingga penampilan komunitas penyandang tunarungu yang mempersembahkan pertunjukan melalui bahasa isyarat.
“Ada anak-anak Pramuka yang biasanya beraktivitas di alam terbuka, sekarang tampil di panggung. Kemudian teman-teman tunarungu juga menampilkan sesuatu yang luar biasa melalui bahasa isyarat. Ini menunjukkan bahwa setiap anak muda memiliki potensi dan kesempatan untuk berkarya,” katanya.
Ia meminta Dinas Pemuda dan Olahraga terus menghadirkan inovasi serta memperbanyak agenda kepemudaan. Dengan demikian, semakin banyak generasi muda yang mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan dan mengembangkan bakatnya.
“Ke depan saya berharap Dinas Pemuda dan Olahraga terus membuat inovasi-inovasi dan menghadirkan banyak aktivitas untuk anak-anak muda kita,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Prof. Udin mengajak generasi muda Pangkalpinang untuk berani memiliki cita-cita besar dan tidak membatasi diri dalam merancang masa depan.
Ia mengingatkan semangat perjuangan para tokoh bangsa, termasuk Soekarno, yang memiliki gagasan besar bagi Indonesia meski masih berusia muda.
“Anak-anak muda harus berani bermimpi. Seperti pesan Bung Karno, bermimpilah setinggi langit. Kalau engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang,” ungkapnya.
Festival Kepemudaan Kota Pangkalpinang Tahun 2026 kemudian resmi dibuka oleh Wali Kota Prof. Saparudin Masyarif. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah kota menghadirkan ruang partisipasi, kreativitas, dan aktualisasi diri bagi generasi muda sekaligus menumbuhkan kembali semangat persatuan yang diwariskan para pemuda Indonesia.

