“Pemerintah daerah harus mulai berinvestasi pada potensi pemuda. Anggaran kepemudaan perlu diperhatikan secara proporsional, jangan sampai program kepemudaan hanya terasa ada dan tiada,” tegas Ramsi saat menyampaikan aspirasinya.

Menurut Ramsi, pemuda memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah. Oleh karena itu, generasi muda harus diposisikan sebagai subjek atau bagian aktif yang ikut merancang, menjalankan, sekaligus merasakan dampak kebijakan, bukan sekadar menjadi objek pembangunan.

Sebagai langkah konkret penguatan kapasitas, KNPI Bangka Barat kini tengah memfokuskan programnya pada pembentukan Koperasi Pemuda. Wadah ini dirancang untuk mendorong kegiatan usaha mandiri, membangun kolaborasi, serta memperluas peluang ekonomi guna mengurangi ketergantungan generasi muda pada sektor kerja formal.

Kendati melayangkan kritik terkait anggaran, Ramsi menegaskan bahwa KNPI tetap memosisikan diri sebagai mitra strategis pemerintah daerah. Hubungan kemitraan ini salah satunya tecermin dari dukungan fasilitas berupa kantor sekretariat hibah pemda yang sebelumnya merupakan kantor KPU.

Ramsi berharap hubungan kemitraan dan koordinasi yang telah terjalin baik ini dapat terus dipertahankan, sehingga ke depan program-program kepemudaan di Bangka Barat dapat berjalan lebih terarah, berkelanjutan, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.