Titik Gempa Literasi Bangka Selatan Dimulai dari SMAN 3 Toboali
Ia mulai merasakan hasil ketekunanya sejak masuk kuliah di Sastra Unpad.
“Saya menjadi perwakilan mahasiswa bermain badminton di Jepang dan juara. Pulangnya membawa bonus miliaran,” kata Gong.
Hobinya membaca sejak kecil menggerakkannya untuk menulis. “Saya melihat pohon itu seperti melihat aksara yang membuat saya ingin menulis. Hingga saya berhenti kuliah dan bekerja sebagai wartawan di grup Gramedia, Indosiar dan RCTI,” ungkap Gong.
Saat bekerja di Gramedia, Gong berhasil menyelesaikan novel fenomenalnya Balada si Roy. Novel ini bahkan difilmkan hingga namanya mendunia.
“Dari membaca dan menulis tadi, salah satu cita-citanya mengeliling dunia bisa terwujud. Saya sudah pergi ke 27 negara,” tambah Gong.
Gong mengingatkan bahwa membaca bukanlah sekadar hobi melainkan perintah pertama Allah SWT.
Ia mengajak seluruh peserta seminar literasi untuk terus semangat berliterasi karena membaca itu sehat dan menulis itu hebat.
“Titik gempa literasi Bangka Selatan kita mulai dari SMAN 3 Toboali, membaca itu sehat, menulis itu hebat,” tutup Gong.

