Dari sisi komersial, volume penjualan logam timah melesat 72 persen menjadi 16.304 metrik ton (dibandingkan 9M 2025 sebanyak 9.469 metrik ton). Lonjakan volume penjualan tersebut turut diperkuat oleh kenaikan harga jual rata-rata logam timah yang menyentuh angka 51.011 dolar AS per metrik ton naik 52 persen dari periode tahun sebelumnya sebesar 33.596 dolar AS per metrik ton.

Strategi Operasional dan Pasar Ekspor

Restu menjelaskan, keberhasilan produksi didukung oleh optimalisasi penambangan darat maupun laut. Di darat, perseroan menambah unit operasi, membuka blok rencana kerja baru, serta memaksimalkan pemboran pandu. Sementara di laut, efektivitas Kapal Keruk (KK), Kapal Isap Produksi (KIP), dan Ponton Isap Produksi (PIP) terus ditingkatkan. Perseroan juga memperkuat eksplorasi lewat kapal bor untuk meningkatkan cadangan timah berbasis data.

Kinerja keuangan PT Timah semakin kokoh lantaran 96 persen penjualan logam timah diserap oleh pasar ekspor, sementara pasar domestik berkontribusi sebesar 4 persen.

Enam negara tujuan ekspor utama perseroan meliputi China (30%), Korea Selatan (12%), India (11%), Jepang (9%), Belanda (8%), dan Singapura (7%).

“Ke depan, kami akan terus memperkuat kinerja dan menjaga kesinambungan usaha guna menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan,“ tutup Restu.