Tak Jauh dari Hutan Mangrove, Siswa SMKN 1 Tukak Sadai Disiapkan Jadi Kader Pelestari Pesisir
Turun ke Persemaian 40.000 Bibit
Usai belajar di kelas, siswa diajak mengunjungi persemaian mangrove yang dikelola KTH binaan BPDAS Baturusa Cerucuk. Persemaian tersebut berisi 40.000 bibit mangrove. Di bawah naungan paranet, siswa mengamati bibit, mengenali jenisnya, dan belajar cara merawatnya. Anggota KTH ikut mendampingi dan berbagi pengalaman dalam mengelola persemaian sehari-hari.
Hasilnya menggembirakan. Kuis interaktif Kahoot! yang dikerjakan sebelum dan sesudah kegiatan mencatat rata-rata jawaban benar siswa naik dari 44,9 persen menjadi 79,6 persen.
Peningkatan paling tajam terlihat pada materi yang tergolong baru bagi siswa, yaitu kesesuaian jenis mangrove dengan tipe akarnya. Pemahaman tentang manfaat mangrove bagi pesisir dan cara memperoleh bahan pembibitan juga meningkat pesat.
Sekolah Siap Jadi Pusat Kader Mangrove
Kepala SMK Negeri 1 Tukak Sadai, Sutiono, S.Pd.Kim., M.M., menyambut baik kegiatan ini. Menurutnya, materi mangrove sangat dekat dengan bidang keahlian siswa, yaitu perikanan dan kelautan.
“Pemerintah desa sudah mempercayakan pengelolaan hutan mangrove kepada sekolah kami. Kegiatan ini membekali siswa untuk menjalankan amanah tersebut. Kami siap melanjutkannya,” katanya.
Program ini belum berhenti. Pada November atau Desember 2026, siswa dijadwalkan turun langsung untuk menanam bibit dari persemaian tersebut. Tim UBB menargetkan SMK Negeri 1 Tukak Sadai sebagai pusat edukasi dan kaderisasi konservasi mangrove di Bangka Selatan.

