Pangkalpinang Perkuat Sinergi Lintas Sektor Targetkan Zero ATM-H di Tahun 2030
“Mari kita lindungi diri sendiri, keluarga dan jangan takut berobat jika sedang sakit,” ujarnya.
Kegiatan yang di gagas oleh Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang tersebut merupakan wujud komitmen Pemerintah Kota dalam mewujudkan salah satu pilar transformasi kesehatan karena tanggung jawab dalam penanganan penyakit menular menuntut keterlibatan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), lembaga masyarakat, sektor swasta, institusi pendidikan, hingga komunitas.
“Kerjasama lintas sektor dinilai diperlukan agar upaya pencegahan, deteksi dini, dan pengobatan berjalan terintegrasi,” ujarnya.
Dari pemaparan data yang disebutkan, sampai dengan September 2026 terdapat 88 kasus HIV/AIDS yang terbagi atas 16 orang perempuan dan 72 laki-laki. Dari angka tersebut, 48 kasus pada laki-laki disebabkan oleh hubungan sesama jenis.
Sementara itu terdapat 583 kasus Tuberkolusis (TBC), 11 kasus malaria dan 14 kasus ibu hamil terpapar hepatitis reaktif. Angka tersebut menjadi catatan perlunya upaya pencegahan dan pengendalian yang melibatkan berbagai pihak.
Pertemuan ini diharapkan dapat mendorong koordinasi lintas sektor agar dapat terbentuk jejaring pelayanan di luar fasilitas kesehatan, termasuk lingkungan pendidikan dan kelurahan yang dapat mendukung penyebaran informasi serta memperluas jangkauan layanan.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 80 peserta yang berasal dari lintas program Dinas Kesehatan dan Unit Pelaksana Teknis serta lintas sektor non kesehatan, dengan menghadirkan Wali Kota, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Pangkalpinang, dan Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang sebagai narasumber. Pelaksanaan kegiatan didukung pendanaan hibah Global Fund dari program Resilient and Sustainable Systems for Health (RSSH).*

