Allani memaparkan, kekalahan 2-4 dari Belitung Timur pada laga perdana membuat posisi PS Bangka Barat menjadi rumit dalam hitung-hitungan produktivitas gol. Mengingat turnamen ini tidak menggunakan sistem kandang-tandang (home-away), selisih gol menjadi sangat krusial.

“Apabila Belitung Timur imbang lawan Belitung dan kita juga imbang lawan Bangka Selatan, maka kita akan tergeser. Begitu pula jika Belitung Timur menang atas Belitung, meski kita menang lawan Bangka Selatan, kita tetap tergeser karena kalah produktivitas gol. Makanya kita wajib menang besar, dan berharap Belitung Timur bermain imbang atau kalah,” jelasnya.

Untuk merealisasikan target tersebut, Allani mengaku telah menginstruksikan tim pelatih agar menerapkan strategi menyerang dan menjaga mentalitas bertanding para pemain di lapangan.

“Saya sudah tekankan kepada pelatih agar anak-anak bermain ngotot, disiplin, dan menyerang habis-habisan. Bangka Selatan tim yang ulet, tetapi kita sudah lakukan persiapan maksimal untuk pertandingan besok,” tambah Allani.

Di sisi lain, Allani juga menaruh harapan besar pada sportivitas tim Belitung saat berhadapan dengan Belitung Timur. Ia menegaskan pentingnya integritas turnamen agar tidak dicoreng oleh praktik-praktik non-teknis.

“Kita berharap Belitung bisa bermain dengan semangat tinggi dan tetap menjunjung sportivitas, tidak ada permainan ‘sabun’ atau ‘gajah’. Karena sistem pertandingan menghitung selisih dan produktivitas gol, kita harus optimis mengejar target minimal 4 gol besok,” pungkasnya.