Menanggapi keberhasilannya, Naila mengungkapkan rasa syukur karena mendapat kesempatan mengembangkan kemampuan sekaligus mewakili UBB dalam kompetisi nasional. “Saya sangat bersyukur bisa lolos ke babak final lomba orasi ilmiah. Lomba ini menjadi pengalaman berharga bagi saya pada awal perjalanan saya menginjak dunia perkuliahan untuk tumbuh dan berkembang, sekaligus membawa nama baik Universitas Bangka Belitung di tingkat nasional,” ungkap Naila.

Di balik pencapaian tersebut, dukungan orang tua dan dosen menjadi motivasi utama Naila untuk terus berusaha. Ia ingin membuktikan bahwa mahasiswa dari Bangka Belitung memiliki kemampuan dan kesempatan yang sama untuk menyampaikan gagasan di forum nasional. “Motivasi saya adalah ingin membanggakan orang tua dan para dosen yang memberikan dukungan secara penuh, sekaligus membuktikan bahwa mahasiswi dari Bangka Belitung mampu menyuarakan gagasan di forum nasional,” tuturnya.

Menghadapi babak penentuan, Naila mengaku optimistis dapat meraih hasil terbaik. Namun, baginya, persiapan yang maksimal dan keberanian untuk terus mencoba menjadi bagian penting dari proses meraih prestasi. “Soal juara, saya optimistis, tetapi yang paling penting bagi saya ialah berusaha mempersiapkan diri semaksimal mungkin untuk memberikan penampilan terbaik karena ‘tidak ada usaha yang mengkhianati hasil’,” ujarnya.

Keberhasilan Naila menembus empat besar finalis menjadi salah satu capaian mahasiswa UBB dalam kompetisi akademik tingkat nasional. Ajang ini tidak hanya mengasah kemampuan berbicara di hadapan publik, tetapi juga melatih keterampilan berpikir kritis, membangun argumentasi, serta menyampaikan gagasan secara ilmiah dan persuasif.

Naila kini mempersiapkan diri menghadapi babak final pada 9 November 2026 dengan tekad memberikan penampilan terbaik bagi UBB. Pencapaiannya diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi, berani menyuarakan gagasan, dan aktif berprestasi.

Partisipasi Naila sekaligus mencerminkan kontribusi mahasiswa UBB dalam mengangkat persoalan sosial melalui forum akademik, khususnya dalam mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan, sejalan dengan semangat “Unggul Membangun Peradaban”. (Humas UBB)