Mengakhiri Penantian 4 Tahun: Kisah Furqoen, Putra Manggar yang Menembus Paskibraka Nasional
Mengakhiri Penantian 4 Tahun: Kisah Furqoen, Putra Manggar yang Menembus Paskibraka Nasional
BELITUNG TIMUR, TIMELINES.ID – Ruang kerja Bupati Belitung Timur (Beltim) pada Senin siang (29/6/2026) terasa berbeda. Di antara deretan agenda birokrasi yang padat, ada pancaran kebanggaan yang membuncah. Hari itu, seorang remaja asal Desa Lalang, Kecamatan Manggar berdiri dengan tegap, membawa kabar baik yang sudah dinantikan seluruh masyarakat Bumi Laskar Pelangi selama empat tahun lamanya.
Ia adalah Muhammad Furqoen Nul Hakim. Pelajar SMA Negeri 1 Manggar ini baru saja mengukir sejarah baru. Namanya resmi tercatat sebagai Calon Paskibraka (Capasna) Tingkat Nasional Tahun 2026, menjadi pemegang estafet yang akan mewakili Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) di kancah nasional.
Bagi Furqoen, pencapaian ini ibarat mimpi yang menjelma jadi nyata. Proses panjang dan melelahkan, mulai dari seleksi ketat di tingkat kabupaten, bersaing di tingkat provinsi, hingga akhirnya disaring di tingkat pusat, terbayar lunas ketika namanya diumumkan.
“Saya sangat bersyukur dan benar-benar tidak menyangka,” kenang Furqoen dengan mata berbinar saat mengenang momen mendebarkan itu.
“Ketika nama saya dipanggil, rasanya campur aduk. Ada terkejut, bangga, sekaligus bahagia yang luar biasa. Amanah ini besar sekali, membawa nama Babel, khususnya Beltim,” lanjutnya emosional.
Keberhasilan Furqoen bukan sekadar prestasi pribadi. Bagi Kabupaten Belitung Timur, ini adalah momen “pecah telur” setelah empat tahun absen mengirimkan putra-putri terbaiknya ke Istana Negara.
Dukungan Penuh Menuju Cibubur
Langkah Furqoen kini bersiap menuju fase berikutnya. Mulai 15 Juli hingga 18 Agustus 2026, ia akan menjalani pemusatan pendidikan dan pelatihan yang disiplin di Cibubur, Jawa Barat. Sekitar 40 hari lamanya ia akan digembleng bersama ratusan pemuda terpilih dari seluruh penjuru nusantara.
Sadar akan beratnya tantangan di depan mata, Furqoen mengaku bekal utamanya adalah doa dan restu. “Dukungan kedua orang tua, pembina, guru-guru di sekolah, dan Pemerintah Kabupaten Beltim adalah bahan bakar motivasi saya. Saya ingin memberikan yang terbaik di Cibubur nanti,” tekadnya.
Apresiasi mendalam pun datang langsung dari Bupati Beltim, Kamarudin Muten. Saat menerima audiensi Furqoen yang didampingi Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Beltim, Evi Nardi, sang bupati tidak dapat menyembunyikan rasa bangganya.
“Ini adalah sejarah dan kebanggaan yang luar biasa untuk kita semua. Bukan hanya untuk Furqoen dan keluarga, tapi untuk seluruh masyarakat Belitung Timur,” kata Kamarudin hangat.
Bupati berpesan agar Furqoen tidak luntur dalam menjaga kedisiplinan dan stamina selama masa karantina. Baginya, Furqoen adalah bukti nyata bahwa anak-anak daerah memiliki mental juara yang mampu bersaing di tingkat nasional.
“Semoga prestasi ini menjadi pemantik api semangat bagi pelajar-pelajar lain di Beltim untuk terus mengasah potensi dan mengharumkan nama daerah,” harap Bupati.
