Karya: Hening Cahaya

Ros
Kemarau kali ini
Menguras habis keringat
Setelah lama berkubang
Pada panasnya matahari
Cuaca ekstrem
Beri sinyal langkah tak sehat
Seperti perjalanan kita
Selalu tertahan pada titik lemah
Komunikasi tersendat
Dan kau berpaling muka
Menatap wajah kumal
Di antara deretan antrian BBM

Ros
SPBU siang itu
Jadi saksi bisu
Pada wajah amarahmu
Pada sorot sinis matamu
Seperti memuntahkan rasa dendam
Yang kau genggam
Sampai tujuh purnama lewat

Tidak perlu sumpah serapah
Atau benci berlebihan
Biarkan semua mengalir
Mendinginkan ruang ruang hati
Toh tidak ada niat saling kenal
Apalagi saling memiliki

Baca Juga  Pantun: Serumpun Sebalai, Negeri yang Cinta Damai