Berdamai dengan Insecure
Karya: Navishabilillah
Insecure itu selalu ada dalam diri setiap orang dan di dalam pikiran kita semua.
Membandingkan diri dengan orang lain juga seringkali dilakukan oleh kita semua.
I think, itu semua normal, itu manusiawi. Dan ngelawan rasa insecure gak segampang itu.
Aulia selalu insecure dalam menjalani hidupnya. Aulia insecure dengan orang yang cantik, postur tubuhnya, kulitnya dan anak kecil yang bisa menghafal kan Al-Qur’an hingga 30 juz.
Aulia sering merenung sendirian.
“Kenapa ya dunia itu adilnya sama orang-orang cantik? terus bagaimana dengan aku yang jelek ini? bukan kah aku juga manusia sama seperti mereka? Dan kenapa kok aku gak seperti mereka?” kata Aulia sambil berpikir.
Pada waktu sekolah, Aulia pergi berkumpul dengan teman-temannya. Di dalam pertemanan, Aulia adalah seorang yang selalu bikin teman-temannya tertawa. Kalau tiba-tiba Aulia diam ketika berkumpul, berarti ada yang menyakiti hatinya dengan perkataan teman-temannya.
Pada waktu sore, Amel dan Aulia pergi ke taman sambil jalan-jalan sore.
“Mel, kamu lihat cewek itu cantik bangetkan. Pengen deh kayak dia cantiknya,” ujar Aulia sambil memegang wajahnya.
“Kamu tu juga cantik Aulia, kan semua wanita itu cantik, ” jawab amel.
“Katamu semua wanita itu cantik, tapi buktinya aku jelek?” ujar aulia.
“Ehh Aul kamu gak boleh bilang begitu, menurutku kamu cantik kok. Kata siapa emang kamu jelek? Bilang sama aku, nanti biar aku marahin dia,” ujar Amel sambil merangkul aulia.
“Aku sendiri yang bilang,” jawab Aulia sambil menunduk.
“Kamu gak boleh insecure Aul, kan di dunia ini gak ada yang sempurna. Kalau sempurna itu adalah malaikat, jadi kita harus bersyukur apa yang kita miliki ya Aul, ” amel menasehati aulia.
“Kamu mau tau Kenapa aku insecure? Karena dunia akan lebih ramah kalau kita cantik. Memang cantik bukanlah segalanya tapi cantik adalah salah satu kunci untuk mendapat kan segalanya. Kan pemenangnya adalah cantik, fisik bukan segalanya tapi segalanya di mulai dari fisik,” jawab Aulia dengan wajah yang sedih.
Lalu, Amel terdiam sambil menatap wajah aulia. Karena, amel tidak bisa berkata-kata lagi. Tetapi, amel sangat mengerti kepada aulia.
Amel mengusap Aulia dan menasihatinya supaya Aulia tidak merasa sedih lagi.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.