7 Golongan Manusia Terburuk Menurut Rasulullah
Oleh: Sobirin Malian — Dosen Penggiat Literasi
Cermin Diri dan Jejak Perubahan Para Sahabat
Saudara dan sahabatku,
Sering kali kita sibuk menilai siapa yang paling baik. Namun Rasulullah ﷺ mengingatkan kita pada hal yang tak kalah penting: mengetahui sifat-sifat yang harus kita hindari. Bukan untuk menunjuk orang lain, melainkan untuk memeriksa diri sendiri. Sebab sifat tercela bisa saja tersembunyi di balik senyum, di balik kata-kata yang manis, atau di balik kedudukan yang terhormat.
Mari kita renungkan bersama tujuh sifat yang menjadikan manusia paling buruk di sisi Allah — dan bagaimana para sahabat pernah berhadapan dengan sifat-sifat serupa, lalu Allah muliakan perubahan mereka.
1. Bermuka Dua: Hati yang Terbelah
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Seburuk-buruknya manusia adalah orang yang bermuka dua. Ia mendatangi kelompok ini dengan satu wajah, dan mendatangi kelompok lainnya dengan wajah yang lain.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Kisah Teladan:
Di masa awal Islam, ada orang yang memeluk agama hanya di hadapan kaum Muslimin, lalu murtad saat bersama kaum musyrikin mengira akan aman dari dua pihak. Namun Allah menegur mereka dalam Al-Qur’an: “Apakah manusia mengira akan dibiarkan saja berkata ‘kami beriman’, padahal belum diuji?” (QS. Al-‘Ankabut: 2).
Sebaliknya, Abu Dzar Al-Ghifari dikenal lurus hingga ke tulang sumsum. Ia berkata: “Jika aku marah, aku katakan. Jika aku ridha, aku sampaikan.” Wajahnya satu, ucapannya satu, karena hatinya hanya berhadapan dengan Allah. Bermuka dua bukan kepintaran itu keraguan pada Allah yang Maha Melihat.
2. Ditakuti Sesama Karena Kejahatan
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sungguh manusia yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah adalah seseorang yang dijauhi oleh sesamanya, semata-mata karena mereka takut akan kejahatannya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

