Oleh: Sang Peramu Aksara

Hei, Bung!
Mana akal sehat yang dulu kau gaungkan?
Berganti rupa jadi tawanan
Ah… tak pernah terlintas dalam nalarku
Kau tinggalkan waras menuju dungu

Hei, Bung!
Kata-katamu dijadikan rujukan
Bagi hamparan ruang kegelisahan
Tapi… kenapa jadi begini?
Orang mati pun menahan geli

Hei, Bung!
Benar kata orang-orang bijak
Jabatan membuat lupa berpijak
Godaan datang tak ingat waktu
Kini kau terang ‘tlah bersekutu

Hei, Bung!
Untuk apa kamu di sana?
Rekam jejakmu di mana-mana
Kau pilih takluk pada kekuasaan
Yang katamu penuh kerakusan