Deretan Kuda Besi yang Sabar
Oleh: Indra Pirmana
Pagi buta kuda besi berbaris rapi, terbungkus angin yang sepoi-sepoi.
Ssst….
Masih antre!
Di bawah terik matahari menyengat,
saat penguasa alam tiba.
Ssst ….
Masih antre!
Senja mulai tiba, kuda besi tertata.
Ssst ….
Masih antre!
Saat langit kelam dan sunyi, kuda besi masih berderet.
Ssst ….
Masih antre!
Wajah-wajah penuh gelisah takut tak terbagi.
Mesin bergemuruh, setiap detik yang kian panjang berbaris indah.
Menahan lelah demi kuda besi berjalan.
Diantara deru klakson dengan lantang
menunggu giliran demi berjalan esok hari,
ku relakan kesabaran terkikis waktu.
Kapan jalan ini longgar?
Halaman

