Semarak Penutupan POTRAD Bangka 2026: Saat Permainan Tradisional Kembali Berjaya

BANGKA, TIMELINES.ID — Bupati Bangka, Fery Insani, resmi menutup Pekan Olahraga Tradisional (POTRAD) Kabupaten Bangka Tahun 2026 di Lapangan Hijau Belinyu, Selasa (27/10/2026) sore. Kegiatan ini digelar sebagai langkah nyata melestarikan permainan tradisional sekaligus memperkenalkan kembali kekayaan budaya daerah kepada generasi muda.

“Mari kita lestarikan permainan tradisional sebagai warisan budaya daerah,” ujar Fery Insani.

Penutupan POTRAD Bangka 2026 turut dihadiri oleh: Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Kadindikpora) Kabupaten Bangka, Thony Marza, Anggota DPRD Kabupaten Bangka, Kapolsek Belinyu, Sekretaris Kecamatan Belinyu, Lurah Kutopanji dan sejumlah Kepala Sekolah SMP se-Kabupaten Bangka

Antusiasme dan Keakraban di Arena

Suasana penutupan berlangsung meriah dan penuh keakraban. Tidak sekadar menutup acara secara formal, Bupati Bangka bersama Kadindikpora juga menunjukkan antusiasmenya dengan mencoba langsung dua cabang permainan tradisional yang dilombakan, yaitu ketapel dan ella. Keterlibatan langsung jajaran pimpinan ini menjadi bentuk perhatian nyata terhadap pelestarian olahraga tradisional yang tumbuh di tengah masyarakat.

Dalam sambutannya, Fery Insani menyampaikan bahwa permainan tradisional merupakan bagian penting dari identitas dan warisan budaya yang harus dijaga keberlangsungannya. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan tingginya intensitas generasi muda dengan permainan digital, olahraga tradisional perlu terus disosialisasikan agar tidak tergerus zaman.

“POTRAD bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan sarana mempererat kebersamaan, menanamkan nilai sportivitas, melatih ketangkasan, serta membangun kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal,” tegas Fery.

Ia juga menegaskan dukungannya agar kegiatan olahraga tradisional dapat dikembangkan secara konsisten hingga menjadi agenda rutin yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat, khususnya para pelajar di Kabupaten Bangka.

“Melalui kegiatan seperti POTRAD ini, anak-anak dan generasi muda dapat mengenal kembali permainan tradisional sekaligus belajar tentang kebersamaan, sportivitas, dan nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya,” tambahnya.

Harapan dan Peran Strategis Dunia Pendidikan

Sementara itu, Ketua MGMP PJOK Kabupaten Bangka, Ferry Yasin, menyampaikan bahwa keberlangsungannya POTRAD sangat membutuhkan dukungan penuh dari pemerintah daerah. Menurutnya, permainan tradisional memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui jalur pendidikan, khususnya dalam mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) serta kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.

“Kami berharap pemerintah daerah terus memberikan dukungan baik dalam bentuk kebijakan, fasilitas, maupun pembinaan sehingga kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak sekolah serta generasi muda,” ungkap Ferry Yasin.

Ia menambahkan, sekolah memegang peran strategis dalam membentuk karakter, mengembangkan keterampilan gerak, serta menanamkan nilai kerja sama dan sportivitas siswa melalui permainan tradisional. Momen ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, organisasi profesi guru, dan masyarakat.

“Dengan berakhirnya kegiatan ini, kami berharap semangat pelestarian permainan tradisional tidak berhenti di arena perlombaan saja, tetapi terus berlanjut melalui pembelajaran di sekolah dan partisipasi aktif masyarakat,” pungkasnya. (deddy marjaya)

Daftar Juara POTRAD Bangka 2026

1. Ela Putra
Juara 1: SMPN 3 Belinyu

Juara 2: SMPN 5 Belinyu

Juara 3: SMPN 5 Sungailiat

Juara 4: SMPN 6 Sungailiat